Assalamualaikum kawan" muslim semua :D.Baik?Alhamdulillah,kali ini mfr95 mau memberikan informasi tentang rahasia adza shubuh.Berikut bacaanya
"Ash
shalaatu khairun minan naum". Jika kita terjemahkan, akan berarti
"Shalat itu lebih baik daripada tidur". Tetapi coba perhatikan baik
baik. Mengapa kalimat itu hanya dikumandangkan saat adzan Subuh saja?
Dalam
kalimat itu Allah SWT ternyata sedang memberikan isyarat kasih sayangnya pada
kaum muslimin, sebuah isyarat yang sering kita abaikan maknanya.
Lalu
mengapa isyarat itu justru dikumandangkan hanya pada adzan shalat Subuh,
tatkala kita semua sedang terlelap, dan bukan pada adzan untuk shalat lain?
Pada
studi MILIS, studi GISSI 2 dan studi-studi lain di luar negeri, yang dipercaya
sebagai suatu penelitian yang meyakinkan mendapati sebuah kesimpulan jika
puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada pukul 06.00
hingga pukul 12.00.
Mengapa
demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh dimana
terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah Cina: Yang) dan penurunan
tegangan saraf parasimpatis (YIN).
Tegangan
simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur, tekanan darah akan
meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan sebagainya.
Pada
tegangan saraf parasimpatis yang meningkat maka terjadi penurunan tekanan
darah, denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan
aliran darah ke perut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke
otak sehingga kita merasa mengantuk, pokoknya yang cenderung kepada keadaan
istirahat.
Pada
pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dini hari) sampai siang itulah secara
diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi peningkatan adrenalin yang
berefek meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek
vasokontriksi) dan meningkatkan sifat agregasi trombosit (sifat saling menempel
satu sama lain pada sel trombosit agar darah membeku) walaupun kita tertidur.
Aneh
bukan? Hal ini terjadi pada semua manusia. Hal seperti ini disebut sebagai
ritme Circardian atau ritme sehari-hari, yang secara kodrati diberikan Allah
SWT kepada manusia.
Furchgott
dan Zawadsky pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel
dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diselidikinya
(dikerok).
Pembuluh
darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian
dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yaitu Asetilkolin.
Pada
penelitian ini terjadi keanehan, dengan dikeluarkannya sel-sel dari dinding
sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi tidak melebar kalau
ditetesi asetilkolin.
Penemuan
ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran. "Jadi inilah
yang menentukan melebar atau menyempitnya pembuluh darah, suatu penemuan baru
yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun diteliti tapi tidak ketemu".
Penelitian
itu segera diikuti penelitian yang lain diseluruh dunia untuk mengetahui zat
apa yang ada di dalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampu mengembangkan
/ melebarkan pembuluh itu. Dari sekian ribu penelitian maka zat tadi ditemukan
oleh Ignarro serta Murad dan disebut NO/Nitrik Oksida. Ketiga peneliti itu
Furchgott dan Ignarro serta Murad mendapat hadiah Nobel tahun 1998.
Zat
NO selalu diproduksi, dalam keadaan istirahat tidur pun selalu diproduksi,
namun produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan Nifedipin dan nitrat dan
lain-lain tetapi juga dapat ditingkatkan dengan bergerak dan olahraga.
Efek
Nitrik Oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah dengan
cara mengurangi sifat agregasi atau sifat menempel satu sama lain dari
trombosit pada darah kita.
Jadi,
sejatinya kalau kita kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, maka hal
itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular.
Naiknya
kadar NO dalam darah karena exercise, yaitu wudhu dan shalat sunnah dan wajib,
apalagi bila disertai berjalan ke masjid merupakan proteksi bagi pencegahan
kejadian kardiovaskular, tanpa manusia menyadarinya.
Selain
itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejang,
posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis).
Dengan gerakan itu, tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan saling merangkul.
Dengan gerakan itu, tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan saling merangkul.
Sejak
awal kedatangan Islam, Allah menyerukan shalat Subuh. Hanya saja Allah tidak
secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini karena tingkat ilmu pengetahuan
manusia belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri walaupun harus melalui
rentang waktu ribuan tahun.
Petunjuk
bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasih-Nya pada hamba-Nya. Bukti manfaat
instruksi Allah baru datang 1.400 tahun kemudian. Allahu Akbar.
0 komentar:
Posting Komentar